Thursday, July 29, 2010

MQ Pagi 29 Juli 2010

Thursday, July 29, 2010
Materi: Tiada yang luput dari pengawasan Allah

Ringkasan Materi:
“Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)” (QS Yusuf: 61).
Dari firman Allah tersebut diatas jelas tercermin bahwa Allah Maha Melihat, tidak ada satupun yang luput dari penglihatan-Nya. Demi Allah, setiap gerak, langkah, ucap, dan lintasan hati serta pikiran Allah mengetahui semuanya tanpa ada satupun yang luput. Malaikat hanya bertugas mencatat, sedangkan Allah yang lebih mengetahui isi hati. Tidak ada kejadian yang kebetulan sekecil apapun. Maka, jangan merasa aman berbuat dosa, Allah PASTI melihat. Kalaupun kita mau berbohong, pada dasarnya bukan kita yang pandai berbohong, hanya saja Allah masih menutupi aib. Bisa kapan saja Allah membuka aib jika Dia sudah berkehendak.

Sesungguhnya tidak ada yang hilang dalam pengawasan Allah. Ketika kita merasa kehilangan sesuatu (misalnya: dompet, uang, Hp, Laptop, dsb), itu hanya versi kita saja, karena sebenarnya kita tidak tahu tempatnya ada dimana. Mengapa Allah menguji kita dengan rasa kehilangan, marilah masing-masing diri di cek dosa apa yang telah diperbuat. Siapa tahu musibah itu diundang oleh kesalahan/dosa kita. (dicopas dari sini)

Wallaahu a’lam bish-shawaab

View Comments

Wednesday, July 28, 2010

MQ Pagi 28 Juli 2010

Wednesday, July 28, 2010
Pemateri: Ustadzah Erika Suryani Dewi Lc
Materi: Agungnya ramadhan dan berbagai manfaat puasa

Ringkasan Materi:
Kita sebagai umat Islam sepatutnya bergembira dan sematang mungkin mempersiapkan diri menyambut Ramadhan. Puasa merupakan ibadah yang khusus, seperti termaktub dalam salah satu hadist qudsi, yaitu yang didapatkan Rasulullah SAW langsung dari Allah SWT; “Tiap-tiap amalan hamba Allah langsung kembali kepada dirinya, kecuali shaum.” Puasa adalah ibadah yang khusus ditujukan bagi Sang Khalik, maka nilai puasa akan sesuai dengan kualitas puasa yang dilakukan kita sebagai hamba-Nya.


Puasa akan menjadi perisai bagi orang yang berpuasa dengan hati yang bersih dan ikhlas, serta cara yang benar. Puasa akan mempersempit aliran darah yang menjadi jalan masuk setan ke dalam diri kita. Selain itu, puasa merupakan solusi yang diberikan bagi orang-orang yang belum memiliki kesanggupan dan kelapangan untuk menikah agar terhindar dari hal-hal buruk. Q.S Al Baqarah : 183 menyebut salah satu makna berpuasa, yaitu untuk membentuk pribadi yang takwa.

Perlulah kita ingat kembali bahwa ketakwaan adalah derajat tertinggi seorang manusia di mata Allah.

Bagi hamba-hamba-Nya yang sholeh, hari-hari di bulan Ramadhan akan berlalu dengan sangat cepat. Kita seharusnya merasa khawatir jika ‘hanya’ berpuasa dan tidak menjadikan puasa itu sebagai wasilah (media) pengampun dosa-dosa kita yang telah lampau. Puasa bukan sekedar tidak makan dan minum, tetapi anggota tubuh kita juga harus dijaga dari hal-hal yang makruh dan munkar. Hendaknya kita juga menjadi pribadi yang dermawan dalam membantu orang lain karena berpuasa membuat kita merasakan perihnya saudara-saudara kita saat menahan lapar dan haus.

Bagi siapapun yang memiliki kebimbangan ataupun kegelisahan mengenai hal tertentu, bulan Ramadhan dapat dijadikan momen untuk lebih menggiatkan interaksi dengan Al Quran yang memiliki nama lain; Al Furqon (Pembeda) agar mendapat petunjuk yang mana hal yang benar dan yang bathil sehingga memberikan pencerahan mengenai jalan yang harus diambil.

Untuk mereka yang biasa menjalankan ibadah puasa, baik yang wajib saat Ramadhan maupun yang sunah, Allah menyediakan pintu khusus memasuki surgaNya kelak, yaitu pintu Al-Rayyan.

Jangan sampai ada seorang muslim yang tidak menjalankan ibadah puasa tanpa alasan yang syar’i karena jika meninggalkan puasa karena alasan yang dibuat-buat, sesungguhnya tidak akan tergantikan meskipun diqada di lain waktu. Bahkan untuk mereka yang mendapat keringanan seperti sedang dalam perjalanan, wanita hamil dan menyusui, dan lain-lain pun lebih baik untuk berpuasa. Dengan segala keagungan bulan Ramadhan dan manfaat puasa yang patut untuk kita kejar, mari lakukan persiapan seoptimal mungkin agar puasa kita nanti disenangi dan diterima oleh Allah SWT. Amin, insya Allah.(dicopas dari sini)

Wallaahu a’lam bish-shawaab

materi audio dapat didownload disini

View Comments

Tuesday, July 27, 2010

MQ Pagi 27 Juli 2010

Tuesday, July 27, 2010
Materi: Kemampuan menahan marah

Ringkasan Materi:
Salah satu yang dilatih melalui puasa adalah tingkat kesabaran manusia, termasuk di dalamnya ketahanan kita menguasai rasa marah. Sesungguhnya marah adalah ketidaksiapan kita menerima situasi yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Dan menjelang bulan suci ramadhan ini dapat menjadi momentum bagi diri kita masing-masing untuk memperhatikan kualitas ‘sumbu’ kita masing-masing.

Suatu ketika diriwayatkan Rasulullah sedang duduk bersama Abu bakar lalu datang seseorang menghampiri dan menghina beliau, Rasulullah tenang saja demikian pula dengan Abu Bakar. Namun karena dilakukan terus menerus Abu Bakar tersulut emosinya dan berdiri bersiap untuk membalas orang yang menghina Rasul. Pada saat Abu Bakar bangkit Rasul juga bangkit tapi kemudian pergi meninggalkan kedua orang yang tersulut emosi tersebut. Abu Bakar kemudian mengejar Rasul dan bertanya, “mengapa engkau meninggalkan aku pada saat aku akan membela engkau ya rasul?” dan Rasul pun menjawab “ Sebab ketika kau duduk dan bersabar, kau dikelilingi oleh malaikat, tapi ketika kau berdiri seluruh malaikat itu pergi dan kau dikelilingi oleh syaitan”.

Secara fisik memang sebenarnya dapat terlihat bahwa orang yang sedang marah sangat dikuasai oleh syaitan. Dari profil wajah akan terlihat wajah memerah, mata membesar, napas menderu, gerakan badan tidak terkendali bahkan kadang disertai dengan tindakan merusak. Pilihan kata-kata pun saat marah menjadi tidak karuan, biasanya kata-katanya jauh dari kemuliaan sama sekali. Jika berbicara dari segi kesehatan jelas marah sangat tidak baik, tensi darah akan naik dan, saraf tertekan, asam lambung meningkat dan lain sebagainya.

Tentu menderita sekali jika menjadi orang yang mudah tersinggung, dan hidup akan terasa lebih mudah apabila kita mudah legawa memaafkan keadaan dan orang yang membuat kita kurang nyaman, serta meningkatkan kadar ketarahanan kita dalam menahan marah. Ramadhan dapat menjadi sarana meningkatkan kesabaran dan dapat kita mulai dari sekarang setengah bulan sebelumnya agar kita dapat menjadi pribadi dengan tingkat kesabaran yang lebih baik dari sebelumnya.

Ada baiknya kita berkaca pada anak kecil yang amat sangat mudah memaafkan, jarang tersinggung dan tidak pernah menyimpan dendam. Mengapa demikian mudah bagi anak kecil melakukannya?? Karena mereka berhati bersih, jadi apabila kita juga ingin menjadi pribadi yang tidak mudah marah dan mudah memaafkan, langkah pertama adalah berusaha sekuat tenaga membersihkan hati dari dosa-dosa. Berikut adalah sebuah cerita yang menggambarkan betapa kita dapat belajar dari seorang anak, semoga bermanfaat.

Kuantar kau tidur malam ini, seperti biasa bersama kita ucapkan doa sebelum tidur sambil tanganmu melingkar di leherku, kau tersenyum...Matamu menatapku, bening dan bahagia...

Sudah kau lupakan sedihmu tadi pagi saat aku marah karena kau tidak turuti perintahku...
Kulontarkan anak panah tajam kata-kata, mengkritikmu.....Berapa banyak Nak, yang menancap di hatimu sehingga ia berdarah?

Tak kau kesal padaku juga.....Padahal tadi siang aku menatapmu dengan panasnya amarah....
Hanya karena masalah sepele, yang bahkan akupun tahu kau tak bermaksud melakukannya....
Berapa banyak benih cinta dalam ladang hatimu yang hangus karena tatapanku, Nak?
Tak pernah kau jera untuk mencintaiku....Sementara tadi sore kau tertunduk saat aku tuding kau...sebab kurasa kau tak perhatikan kata-kataku...Tembuskah tombak telunjukku menusuk dalam jantungmu...Nak??

Masih tetap kau cari aku untuk memelukmu....Sesudah saat makan malam tadi aku menghukummu karena tak kau habiskan makananmu yang kubilang dibeli ayahmu dengan susah payah....Menyusutkah rasa sayang dalam kantong jiwamu karenanya,Nak?

Malam ini, kutemani kau tidur seperti biasa..Bersama kita ucapkan doa sebelum tidur...sambil tanganmu melingkar di leherku, kau tersenyum....Matamu yang mengantuk menatapku, bening dan bahagia....

Airmataku meleleh saat kau terpejam dengan senyummu masih dibibir dan tanganmu masih memeluk leherku...Aku mohon maafmu,Nak.. Ajari aku untuk mencintaimu seperti kau mencintaiku.... (dicopas dari sini)

Wallaahu a’lam bish-shawaab

materi audio dapat didownload disini

View Comments

Monday, July 26, 2010

MQ Pagi 26 Juli 2010

Monday, July 26, 2010
Pemateri: KH Abdullah Gymnastiar
Materi: Mengobrol: Salah satu jalan dosa

Ringkasan Materi:
Selalu ada jalan/penyebab terjadinya suatu dosa. Bentuk taubat yang perlu dilakukan termasuk menyesali perbuatan kita, meminta ampun kepada Allah, serta mengevaluasi dosa yang telah kita perbuat. Evaluasi ini penting dilakukan agar kita dapat menutup jalan dosa tersebut.

Salah satu sumber dosa adalah mengobrol. Jika tidak hati-hati, mengobrol dapat mengantar pada riya’ akan ilmu, harta, pengalaman dan lain-lain, bisa membuat kita ujub ketika merasa lebih dari orang yang kita ajak bicara, ataupun sifat-sifat lainnya seperti dengki, ghibah, bahkan mengarah ke sumber fitnah. Hal ini merusak nilai pahala kita.

Na’udzubillahi min dzalik.

Maka, sangat perlu bagi kita untuk memahami tauhid.
Q.S. Mujadillah : 7 yang artinya “Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah yang keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Nanti pada hari kiamat pun Dia akan mengungkap semua yang telah kita perbuat.

Jauh lebih baik dianggap pendiam, bodoh, ataupun kuper oleh manusia lain daripada dimurkai Allah karena omongan-omongan kita. Pun jauh lebih baik lebih sedikit berbicara tetapi yang dikatakan berkualitas serta sinkron antara lisan, hati, dan sikap. Kita tidak perlu risau dengan perkataan orang lain terhadap kita. Yang berbahaya sesungguhnya adalah ketika kita ghibah terhadap orang lain, menghina orang lain, menjelek-jelekkan orang lain, bukan sebaliknya.

Berbicara adalah perkara keridhoan dan kemurkaan Allah. Kita benar-benar harus menjaga mulut kita, berpikir sebelum, saat, dan setelah kita berucap. Jangan sampai hal ‘ringan’ seperti mengobrol mengikis amalan kita yang memang hanya sedikit. Orang-orang yang terjaga lisannya niscaya adalah orang-orang yang dekat kepada surga. (dicopas dari sini)

Wallaahu a’lam bish-shawaab

materi audio dapat didownload disini

View Comments

Sunday, July 25, 2010

MQ Pagi 25 Juli 2010

Sunday, July 25, 2010
Pemateri: KH Abdullah Gymnastiar
Materi: Alur taubat yang sungguh-sungguh

Ringkasan Materi:
Tidak ada manusia yang bersih dari dosa. Dosa merupakan pengkhianatan atas perintah Allah sehingga bukan sesuatu yang bisa kita banggakan. Namun sebesar apapun dosa, ada yang lebih besar lagi yaitu ampunan Allah yang dapat dicapai melalui taubat yang sungguh-sungguh. Hari-hari kita terdiri dari masa lalu, hari ini, dan masa yang akan datang.

Hari-hari yang telah lalu pastilah banyak terisi oleh dosa, khilaf, kesalahan, bahkan kegelapan. Namun kita harus selalu tetap bersikap raja’ (berharap) atas ampunan Allah dan menghindari sikap suudzan padaNya.

Taubat arti katanya kembali, dengan esensi terbesar PENYESALAN atas dosa yang telah dilakukan. Semakin dalam rasa penyesalan kita maka semakin berkualitas pula taubat yang kita lakukan. Karena kita tidak akan menyesal jika tidak merasa bersalah sehingga kadar penyesalan itu menjadi ukuran seberapa besar kita merasa bersalah. Orang yang “bertaubat” tanpa merasa bersalah ibarat membersihkan karat hanya dengan mengusapnya dan bukan menggosoknya. Bisa jadi karat itu malah akan bertambah banyak.

Setelah menyesal dengan dalam dan sungguh-sungguh, alur taubat yang berikutnya adalah mengevaluasi jalur-jalur dosa. Melalui tafakur, kita dapat mengidentifikasi penyebab dosa-dosa yang kita perbuat. Taubat yang lengkap tidak cukup dengan istighfar, apalagi yang hanya di mulut, namun perlu dilengkapi tafakur atas celah-celah diri. Tahap terakhir dari sebuah taubat adalah mengambil tindakan perbaikan atas penyebab dosa yang telah diidentifikasi.

Jadi alur taubat sungguh-sungguh dimulai dari penyesalan yang mendalam atas dosa dan kesalahan, dilanjutkan tafakur atas jalur dan struktur penyebab dosa tersebut, ditutup dengan tindakan perbaikan atas penyebab-penyebab dosa.

Sesungguhnya inilah bentuk taubat yang sebenarnya karena dapat menghindarkan diri sendiri dan orang lain terperosok dalam kesalahan dan dosa yang sama. Allah menjanjikan orang yang banyak bertaubat dengan sungguh-sungguh akan dinyamankan hatinya, dibimbing jalan keluar atas masalah-masalahnya, dan diberi pertolongan atau rezeki dari arah yang tidak diduga-duga.

Semoga kita tergolong dalam kelompok orang yang bertaubat dengan sungguh-sungguh....(dicopas dari sini)

Wallaahu a’lam bish-shawaab

materi audio dapat didownload disini

View Comments